Senin, 14 Februari 2011

Belajar Dari Charlie

Mungkin semua orang tahu kemarin tanggal 14 februari adalah hari valentine. Saya jadi teringat kalo hari valentine identik dengan yang namanya coklat. Seketika itu juga saya teringat tentang film Charlie and The Chocolate Factory. Film tersebut menceritakan tentang Willy Wonka seorang pemilik pabrik coklat terbesar di dunia yang mengadakan sayembara untuk memilih penggantinya.
Ia pun menyebarkan 5 tiket emas yang dijual bersama coklat buatan pabriknya. Singkat cerita ada empat anak yang akhirnya bisa mendapatkan tiket tersebut, Charlie adalah salah satunya. Ia berasal dari kelurga miskin dan ayahnya baru saja di phk. Lalu saat tour mengenalkan pabrik, satu persatu anak-anak tersebut gagal dalam tes yang dilakukan Willy kecuali satu, Charlie. Akhirnya Charlie diminta untuk memilih menjadi pemilik perusahaan coklat dan meninggalkan keluarganya atau sebaliknya.
Dengan tegas Charlie memilih tetap bersama keluarganya.Charlie perlahan mengingatkan Willy terhadap ayahnya yang tidak suka terhadap coklat. Lalu Willy sadar bahwa keluarga adalah harta yang sangat berharga dan tetap memilih Charlie sebagai penggantinya.



Dari kisah ini kita bisa belajar seperti apa cinta itu. Suatu kebahagiaan yang luar biasa tanpa syarat apapun sama seperti cinta yang didapatkan Charlie dari keluarganya. Tak perduli seburuk apapun keadaannya Charlie akan tetap mencintai keluarganya diatas impian semua orang.
Pertanyaannya adalah, sudahkah kita mencintai keluarga kita? Ikhlaskah kita mencintai mereka? Walaupun cinta kita seharusnya hanya untuk Allah SWT. Rugikah jika kita membagi cinta kita yang tersisa untuk keluarga kita. Orang-orang yang sampai kapanpun juga kan selalu berdiri di samping kita, membantu kita, mendorong kita melakukan keajaiban, mendoakan kita, dan yang terpenting membahagiakan kita.

Charlie sudah memberi contoh pada kita, masih maukah anda mencoba untuk mencintai keluarga anda???

0 komentar:

Posting Komentar

Followers