Minggu, 06 Februari 2011

Mencoba Bersyukur



Kadang hidup memang tak mudah. Banyak rintangan dan cobaan menerpa. Mulai persoalan kecil hingga badai persoalan menerpa. Bagaikan aliran sungai, kadang ada batu kecil yang menimbulkan riak, batu besar yang yang menghambat laju kita, air terjun yang menghempaskan kita, predator yang membuat kita keruh oleh darah, ataupun muara yang tenang tempat kita berakhir.
Persoalan-persoalan tersebut yang datang silih berganti dapat mengganggu konsentrasi kita, membuat emosi mudah tersulut dan yang paling sering adalah membuat kita mengeluh. Ketika persoalan tersebut muncul, kita seolah lupa terhadap segala macam nikmat yang pernah diberikan oleh Allah SWT, sehingga dengan mudahnya kita mengeluh atas keadaan yang kita hadapi.
Problem yang ada seharusnya dapat mengingatkan kita untuk senantiasa belajar dan mengevaluasi diri dan membuat rasa syukur kita semakin meningkat. Setiap orang pasti pernah merasa tidak adil atas cobaan yang ditimpakan pada kita, agar kita tetap dapat terus meningkatkan rasa syukur kita harus mencoba melihat cobaan dari sudut pandang yang lain.
Ada seorang petenis kulit hitam bernama Arthur Ashe yang pernah memenangkan 3 gelar grand slam termasuk gelar Wimbledon pada tahun 1975. Pada 1979 ia terkena serangan jantung sehingga harus menjalani operasi by pass. Setelah operasi bukannya sembuh, ia malah terkena virus HIV melalui transfusi darah yang diterimanya. Suatu ketika, ada seorang fans menulis surat yang kira-kira berisi, "Mengapa Tuhan memilihmu untuk menderita penyakit itu?". Ashe menjawab," Di dunia ini ada 50 juta anak yang ingin bermain tenis, 5 juta diantaranya bisa berlatih tenis, 500 ribu berlatih untuk menjadi pemain profesional, 50 ribu datang ke arena untuk bertanding, 5 ribu mencapai grand slam, 50 orang berhasil masuk Wimbledon, empat orang di semifinal, dua orang di final. Dan ketika saya mengangkat trofi, saya tidak pernah bertanya kepada Tuhan,"Mengapa saya?" Jadi sekarang ketika saya sakit tidak seharusnya saya bertanya kepada Tuhan,"Mengapa saya?"
Dari kisah tersebut seharusnya kita dapat belajar untuk selalu bersyukur terhadap setiap helaian nafas yang diberikan Allah SWT kepada kita. Seharusnya kita selalu bersyukur terhadap setiap kesempatan untuk belajar, kesempatan untuk evaluasi dan segala macam kesempatan yang lain. Tidak seharusnya kita menggugat Allah SWT atas apa yang sedang kita hadapi. Karena itu semua agar kita belajar untuk mensyukuri apa yang ada.

0 komentar:

Posting Komentar

Followers